BELAJAR MENURUT TEORI MEDAN
KURT LEWIN (1892 – 1947)
I. Pendahuluan
Teori medan atau Field Theory merupakan salah satu teori yang termasuk rumpun Cognitive- Gestalt- Field. Menurut aliran kognitifis, tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Jadi, tingkah laku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam suatu situasi. Menurut Teori Medan individu selalu berada dalam suatu medan atau ruangan hidup (Life Space). Dalam Medan hidup ini ada sesuatu tujuan yang ingin dicapai. Life Space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi, misalnya: orang-orang yang ia jumpai, objek material yang ia hadapi, serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. Lewin berpendapat bahwa tingkah laku merupakan hasil tindakan antar kekuatan-kekuatan, baik yang dari dalam diri individu seperti; tujuan, kebutuhan, tekanan kejiwaan maupun dari luar diri individu, seperti; tantangan dan permasalahan.
II. Pembahasan
a) Pengertian
Menurut teori medan belajar adalah: akibat dari perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan dari dua macam kekuatan, satu dari strukrtur medan kognisi itu sendiri dan dari kebutuhan dan motivasi internal individu.
b) Dasar teori Medan
Teori belajar medan lebih didasarkan pada psikoligi kognitif. suatu aliran psikologi yang lebih menghargai keunggulan manusia dari organisme lainnya yaitu kemampuan berpikir dan motivasi instrinsik. Psikologi kognitif berkeyakinan bahwa jiwalah yang menjadi alat utama pengetahuan bukan alat indra.
Teori belajar medan sejalan dengan teori Gestal. Menurut teori ini manusia tidak memberikan respon kepada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan
Teori ini menggambarkan bagaimana pribadi mendapatkan pengertian (wawasan) tentang dirinya sendiri dan alamnya
Teori ini memusatkan perhatiannya pada faktor psikologis pribadi (siswa) yang sedang belajar yang dinyatakan dalam bentuk konsep ‘life space’ (kebutuhan, tujuan, vektor, barrier, lingkungan psikologis dan pribadi dari individu itu).
c) Ciri khas teori medan
mengutamakan kepentingan pengalaman peserta didik
berorientasi pada pemecahan masalah serta berperannya motivasi .
aktifitas peserta didik dalam pembelajaran dilakukan dalam suatu konteks” wilayah kehidupan” atau ruang hayat( life space) peserta didik dalam pembelajaran.
Life space juga berkaitan dengan tujuan, kebutuhan dan kesadaran individu.
Jalaluddin Rakhmat( 1998).
d) Pandangan teori medan, terhadap peserta didik
Merupakan subyek yang memiliki kemampuan berpikir aktif dan kreatif
Dapat mengidentifikasi masalah
menganalisis dan mencari alternative pemecahan masalah
Serta mampu melakuan kegiatan pemecahan masalah.
Dengan demikian menurut teori medan, kegaitan pembelajaran akan efektif apabila peserta didik merasa butuh untuk belajar, menyadari bahwa belajar itu penting bagi perubahan dirinya.
e) Aplikasi teori Lewin
Aplikasi teori Lewin banyak dilakukan dalam konteks dinamika kelompok. Dasar berpikirnya adalah kelompok dianalogikan dengan individu. Maka perilaku kelompok menjadi fungsi dari lingkungan, dimana salah satu faktornya adalah para anggota kelompok dan hubungan interpersonal mereka. Apabila hubungan ini bervalensi negatif, maka perilaku anggota akan menjauhinya dan dengan demikian tujuan kelompok semakin tidak tercapai. Sebaliknya, hubungan yang baik akan membuat anggota saling mendekati sehingga memungkinkan kerjasama yang lebih baik dalam mencapai tujuan kelompok.
Implikasi pandangan ini terhadap pembelajaran partisipatif ialah peserta didik tidak melakukan pembelajaran individual tetapi belajar kelompok. Teori medan sangat cocok dengan pembelajaran paritipatif karena dari teori inilah lahir konsep dinamika kelompok yang kerap digunakan dalam pembelajaran partisipatif. Dalam kelompok, individu menjadi bagian yang saling berkaitan dengan anggota kelompok lainnya. Kelompok memiliki sifat-sifat dan aktifitas yang tidak dimiliki individu.
f) Prinsip penting dalam belajar
Manusia bereaksi dengan lingkungannya secara keseluruhan, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara fisik, emosional, sosial dan sebagainya
Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan.
Manusia berkembang sebagai keseluruhan sejak dari kecil sampai dewasa, lengkap dengan segala aspek-aspeknya.
Belajar adalah perkembangan ke arah diferensiasi yang lebih luas.
Belajar hanya berhasil, apabila tercapai kematangan untuk memperoleh insight.
Tidak mungkin ada belajar tanpa ada kemauan untuk belajar, motivasi memberi dorongan yang mengerakan seluruh organisme.
Belajar akan berhasil kalau ada tujuan.
Belajar merupakan suatu proses bila seseorang itu aktif, bukan ibarat suatu bejana yang diisi.
g) Beberapa hal baru yang ditambahkan Lewin mengenai belajar.
Belajar adalah pengubahan struktur kognitif Menurut Lewin , pemecahan masalah dapat terjadi bila struktur kognitif diubah.
Peranan hadiah dan hukuman. Lewin memberi peranan yang cukup besar pada motivasi melalui hadiah dan hukuman, namun keduanya menjadi sarana efektif bila dipakai dengan tepat
Sukses dan gagal Pengalaman sukses dan gagal memberi pengaruh kepada individu dalam belajar. Pada umumnya individu yang mencapai sukses akan berusaha belajar lebih maju lagi. Sebaliknya seseorang yang merasa gagal semangat belajarpun menurun.
Taraf Aspirasi. Pengertian aspirasi di sini berkaitan dengan kesuksesan dan kegagalan di atas. Bagi seseorang, prestasi rata-rata sudah dianggap baik sedangkan yang lain tidak demikian.
Kamis, 17 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar