BELAJAR

Jangan pernah berhenti belajar.......
belajar adalah hidup
adalah napas
adalah cahaya..........




Rabu, 03 Maret 2010

motivasi

MOTIF DAN MOTIVASI

A. PENGERTIAN MOTIVASI

Motif berasal dari bahasa Latin : movere yaitu berarti bergerak atau to move (Branca 1964)

Dalam bahasa Inggris motif berasal dari kata motive atau motion yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak.

Dalam psikologi motif berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga untuk terjadinya suatu tingkah laku.

Sherif & Sherif (1956) mengatakna bahwa motif adalah suatu istilah genetic yang meliputi semua factor internal yang mengarah kepada berbagai jenis perilaku yang bertujuan.

Guralnik mengatakan bahwa motif merupakan suatu perangsang dari dalam, suatu gerak hati, yangmenyebabkan seseorang melakukan sesuatu.

R.S Woodworth mengartiakn motif sebgai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkab individau untuk melakukan kmegiatan-kegiatan tertentu dan untuk mencapi tujuan-tujuan tertentu.

Motif sebagai pendorong pada umumnya tidak berdiri sendiri tetapi saling kait mengait dengan factor – faktor lain.

Hal-hal ayng dapat mempengaruhi motif disebut motivasi.

Motivasi adalah: keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendoromg perilaku ke arah tujuan tertentu. Atau secara umum menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dfalam diri individu, tingkahlaku yang dirimbulkann\ya, dan tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuatan.

Tiga aspek dalam motivasi amtara lain :

· Keadaan terdorong dalam diri organisme ( a dring state), yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan misalnya kebutuhan jasmani, karena kadaan lingkungan, atau karena kadaan mental seperti berpikir dan ingatan

· Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan

· Goal atau tujuan yang dituju oleh perilaku

B. LINGAKRAN MOTIVASI

unsur-unsur yang membentuk lingkaran motivasi sebagai berikut:




1.1. kebutuhan

motif pada dasarnya bukan hanya merupakan suatu dorongan fisik tetapi juga orientasi kognitif elementer yang diarahkan pada pemuasan kebutuhan.

Rosengren ( 1974) mendefenisikan kebutuhan sebagai intaranstruktur boil,ogs dan psikologis yang menjadi landasan bagi semua perilaku social manusia.

Dari segi psikologis Musthafa Fahmi menjelaskan bahwa kebutuhan sebagai suatu istlah yang digunakan secara sederhana untuk menunjukan suatu pikiran atau konsep yang menunjukkan pada tingkah laku makluk hidup dalam perubahan dan perbaikan yang tergantung atas tunduk dan dihadapkan pada proses pemilihan.

MC Quail, Blumler, dan Brown ( 1972) berpendapat bahwa kebutuhan berasal dari pengalaman social dan bahw media massa sekalipun kadang-kadang dapat membantu kebangkitan khaylak ramai mengenai suatu kesadaran akan kebutuhan tertentu yang berhubungan dengan situasi sosialnya.

Teori- teori kebutuhan

i) hirarki kebutuhan Maslow

secara singkat Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia sebagai pendorong mentuk membentuk suatu hiraiki atau jenjang peringkat.

Ia mengajukan 5 tingakt kebutuhan manusia yaitu :




· Kebutuhan-kebutuhan yang bersifat fisiologis

kebutuhan yang paling jelas dari segala kebutuhan manusia adalah adalah kebutuhan fisiologis yangmenyangkut pada kebuthanuntuk memepertahankan hidupnya secara fisik seperti : maknan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksegen. Dan apabila kebutuhan-kebutuhan ini telah terpenuhi akanmuncul kebutuhan-kebutuhan baru yang lebih tinggi. Hal ini mau menunjukan bahwa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia diatur dalam hirarki kekuatan yang bersifat relative. ( Golbe, 1987)

hal serupa disampikan oleh Maslow bahwa selama hidupnya mausia sellau mendambakan sesuatu. Manusia adalah binatang yang berhasrat dan jarang mencapai taraf kepuasanyang sempurna, kecuali untuk suatu saat yang terbatas. Begitu suatu hasrat berhasil dipuaskan, segera muncul hasrat lain sebagai gantinya.

· Kebutuhan akan rasa aman

Kebutuhan rasa aman mengarah pada dua bentuk yakni :

1. kebutuhan keamanan jiwa

2. kebutuhan rasa aman harta

kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhanyang paling penting kalau kebutuhan fisiologis telah terpenuhi. Kebutuhan rasa aman meliputi : kebutuhan perlindungan, keamanan, hokum kebebasan dan kecemasan.

· Kebutuhan cinta dan memiliki dan dimiliki

Apabila kebutuhan sebelumnya sudah tercapai secara rutin, akan muncul kebutuhan cinta dan memiliki-dimiliki.

Conceptual Mallow tentang cinta bukan hanya sebagai deficiency needs merupakan cirri selfsh seseorang yang mencari cinta dari orang lain. Akan tetapi sebenarnya Maslow membedakan kebutuhan ini dengan B-Love (being Love). Bagi Maslow B- Love memilki tingkat yang lebih tinggi.maka makna cinta tidak hanya sebatas perilaku seksualitas semata. Meskipun sebenarnya tingkah laku seksualitas bias juga ditentukan oleh cinta.

Carl Rogers cinta adalah keadan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati.

· Kebutuhan penghargaan

Kebutuhan akan penghargaan sering kali membuat individu frustrasi dan konflik pribadi, karena yang diingikan orang bukan saja perhatian dan p engakuan dari kelompoknya melainkan juga kehormatn dan status yang memerlukan standar moral, social dan agama.

Maslow membagi kebutuhan ini dalam 2 jenis yaitu :

* Pertama, penghargaan yang didasarkan atas respek terhadap kemampuan, kemandirian dan perwujudan diri.

* Kedua, penghargaan yang didasarkan atas penilaian orang lain untuk mengapresiasikan diri mempertahankan status.

Alfred Alder berpendapat bahwa seseorang yang memiliki cukup harga diri akan lebh percaya diri serta lebih mampu dan selanjutnya lebih produktif.

· Kebutuhan aktulisasi diri

Aktualisasi diri merupakan suatu tujuan yang tidak pernah bias disapai sepenuhnya. Salah satu syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah : terpuasnya berbagai kebutuhan yang lebih rendah yang meliputi kebuthan fisiologis, kebuthan rasa aman, kebutuhan cintadan memiliki-dimiliki dan kebutuhan penghargaan.

Selain pemuasan kebutuhan-kebutuan dasar lainnya, untuk mencapai aktualisasi diri masih ada hambatan yang harus dihadapi individu yang merupakan factor-faktor :

* Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah yang palin glemah sehingga dengan mudah dapat dikuasi oleh kebiasaan, tekanan, kebudayaan dan sikap yang salah.

* Ketakutan individu untuk mengetahi diri sendiri yang sebenarnya, yang sebenarnya penting untuk aktualisasi diri. Sebab denga mengetahui diri kita dapat merubah konsep diri yang tidak baik untuk dirubah deng akonsep-konsep baru

* Aktualisasi diri pada umumnya memerlukan lingkungan yang meberi kebebasan mengungakpkan dirinya, menjelajah, memilih perlakunya dan mengejar nilai-nilai seperti kebenaran , keadilan dan kejujuran.

ii) Teori ERG ( exisitence, relatedness, growth)

MOTIF DAN MOTIVASI

A. PENGERTIAN MOTIVASI

Motif berasal dari bahasa Latin : movere yaitu berarti bergerak atau to move (Branca 1964)

Dalam bahasa Inggris motif berasal dari kata motive atau motion yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak.

Dalam psikologi motif berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga untuk terjadinya suatu tingkah laku.

Sherif & Sherif (1956) mengatakna bahwa motif adalah suatu istilah genetic yang meliputi semua factor internal yang mengarah kepada berbagai jenis perilaku yang bertujuan.

Guralnik mengatakan bahwa motif merupakan suatu perangsang dari dalam, suatu gerak hati, yangmenyebabkan seseorang melakukan sesuatu.

R.S Woodworth mengartiakn motif sebgai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkab individau untuk melakukan kmegiatan-kegiatan tertentu dan untuk mencapi tujuan-tujuan tertentu.

Motif sebagai pendorong pada umumnya tidak berdiri sendiri tetapi saling kait mengait dengan factor – faktor lain.

Hal-hal ayng dapat mempengaruhi motif disebut motivasi.

Motivasi adalah: keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendoromg perilaku ke arah tujuan tertentu. Atau secara umum menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dfalam diri individu, tingkahlaku yang dirimbulkann\ya, dan tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuatan.

Tiga aspek dalam motivasi amtara lain :

· Keadaan terdorong dalam diri organisme ( a dring state), yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan misalnya kebutuhan jasmani, karena kadaan lingkungan, atau karena kadaan mental seperti berpikir dan ingatan

· Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan

· Goal atau tujuan yang dituju oleh perilaku

B. LINGAKRAN MOTIVASI

unsur-unsur yang membentuk lingkaran motivasi sebagai berikut:




1.1. kebutuhan

motif pada dasarnya bukan hanya merupakan suatu dorongan fisik tetapi juga orientasi kognitif elementer yang diarahkan pada pemuasan kebutuhan.

Rosengren ( 1974) mendefenisikan kebutuhan sebagai intaranstruktur boil,ogs dan psikologis yang menjadi landasan bagi semua perilaku social manusia.

Dari segi psikologis Musthafa Fahmi menjelaskan bahwa kebutuhan sebagai suatu istlah yang digunakan secara sederhana untuk menunjukan suatu pikiran atau konsep yang menunjukkan pada tingkah laku makluk hidup dalam perubahan dan perbaikan yang tergantung atas tunduk dan dihadapkan pada proses pemilihan.

MC Quail, Blumler, dan Brown ( 1972) berpendapat bahwa kebutuhan berasal dari pengalaman social dan bahw media massa sekalipun kadang-kadang dapat membantu kebangkitan khaylak ramai mengenai suatu kesadaran akan kebutuhan tertentu yang berhubungan dengan situasi sosialnya.

Teori- teori kebutuhan

i) hirarki kebutuhan Maslow

secara singkat Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia sebagai pendorong mentuk membentuk suatu hiraiki atau jenjang peringkat.

Ia mengajukan 5 tingakt kebutuhan manusia yaitu :




· Kebutuhan-kebutuhan yang bersifat fisiologis

kebutuhan yang paling jelas dari segala kebutuhan manusia adalah adalah kebutuhan fisiologis yangmenyangkut pada kebuthanuntuk memepertahankan hidupnya secara fisik seperti : maknan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksegen. Dan apabila kebutuhan-kebutuhan ini telah terpenuhi akanmuncul kebutuhan-kebutuhan baru yang lebih tinggi. Hal ini mau menunjukan bahwa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia diatur dalam hirarki kekuatan yang bersifat relative. ( Golbe, 1987)

hal serupa disampikan oleh Maslow bahwa selama hidupnya mausia sellau mendambakan sesuatu. Manusia adalah binatang yang berhasrat dan jarang mencapai taraf kepuasanyang sempurna, kecuali untuk suatu saat yang terbatas. Begitu suatu hasrat berhasil dipuaskan, segera muncul hasrat lain sebagai gantinya.

· Kebutuhan akan rasa aman

Kebutuhan rasa aman mengarah pada dua bentuk yakni :

1. kebutuhan keamanan jiwa

2. kebutuhan rasa aman harta

kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhanyang paling penting kalau kebutuhan fisiologis telah terpenuhi. Kebutuhan rasa aman meliputi : kebutuhan perlindungan, keamanan, hokum kebebasan dan kecemasan.

· Kebutuhan cinta dan memiliki dan dimiliki

Apabila kebutuhan sebelumnya sudah tercapai secara rutin, akan muncul kebutuhan cinta dan memiliki-dimiliki.

Conceptual Mallow tentang cinta bukan hanya sebagai deficiency needs merupakan cirri selfsh seseorang yang mencari cinta dari orang lain. Akan tetapi sebenarnya Maslow membedakan kebutuhan ini dengan B-Love (being Love). Bagi Maslow B- Love memilki tingkat yang lebih tinggi.maka makna cinta tidak hanya sebatas perilaku seksualitas semata. Meskipun sebenarnya tingkah laku seksualitas bias juga ditentukan oleh cinta.

Carl Rogers cinta adalah keadan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati.

· Kebutuhan penghargaan

Kebutuhan akan penghargaan sering kali membuat individu frustrasi dan konflik pribadi, karena yang diingikan orang bukan saja perhatian dan p engakuan dari kelompoknya melainkan juga kehormatn dan status yang memerlukan standar moral, social dan agama.

Maslow membagi kebutuhan ini dalam 2 jenis yaitu :

* Pertama, penghargaan yang didasarkan atas respek terhadap kemampuan, kemandirian dan perwujudan diri.

* Kedua, penghargaan yang didasarkan atas penilaian orang lain untuk mengapresiasikan diri mempertahankan status.

Alfred Alder berpendapat bahwa seseorang yang memiliki cukup harga diri akan lebh percaya diri serta lebih mampu dan selanjutnya lebih produktif.

· Kebutuhan aktulisasi diri

Aktualisasi diri merupakan suatu tujuan yang tidak pernah bias disapai sepenuhnya. Salah satu syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah : terpuasnya berbagai kebutuhan yang lebih rendah yang meliputi kebuthan fisiologis, kebuthan rasa aman, kebutuhan cintadan memiliki-dimiliki dan kebutuhan penghargaan.

Selain pemuasan kebutuhan-kebutuan dasar lainnya, untuk mencapai aktualisasi diri masih ada hambatan yang harus dihadapi individu yang merupakan factor-faktor :

* Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah yang palin glemah sehingga dengan mudah dapat dikuasi oleh kebiasaan, tekanan, kebudayaan dan sikap yang salah.

* Ketakutan individu untuk mengetahi diri sendiri yang sebenarnya, yang sebenarnya penting untuk aktualisasi diri. Sebab denga mengetahui diri kita dapat merubah konsep diri yang tidak baik untuk dirubah deng akonsep-konsep baru

* Aktualisasi diri pada umumnya memerlukan lingkungan yang meberi kebebasan mengungakpkan dirinya, menjelajah, memilih perlakunya dan mengejar nilai-nilai seperti kebenaran , keadilan dan kejujuran.

ii) Teori ERG ( exisitence, relatedness, growth)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar